Tuesday, August 14, 2018

Lima Rukun Islam



Lima Rukun Islam
Sebagai umat muslim kita wajib mengetahui semua rukun islam yang lima dan juga pengertiannya. Selain mengetahui pengertian dan penjelasannya Kita juga wajib menjalankannya.

Rukun Islam terdiri daripada lima perkara:
  1. Mengucap dua kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah.
  2. Menunaikan salat lima kali sehari.
  3. Mengeluarkan zakat.
  4. Berpuasa pada bulan Ramadan.
  5. Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.

Tuesday, July 31, 2018

Fungsi Dan Hikmah Beriman kepada Qadha dan qadar



Fungsi Dan Hikmah Beriman kepada Qadha dan qadar

Dengan beriman kepada qadha dan qadar, banyak Fungsi sekaligus hikmah yang amat berharga bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.
Fungsi Dan Hikmah tersebut antara lain:
1.      Menjadikan Mukmin Yang Jauh dari Jahat Dan Dengki
Mukmin yang percaya kepada qadha Allah dan qadar-Nya sangat jauh dari tabiat dengki yang mendorongnya kepada kejahatan, karena dia beranggapan bahwa mendengki manusia terhadap nikmat-nikmat yang diperolehnya, berarti dengaki kepada nikmat Allah;

2.      Menjadikan Mukmin Yang Teguh Pendirian
Mukmin yang beriman kepada qadha dan qadar-Nya, bersifat berani, tidak penakut; karena dia beritikad bahwa tidak terjadi kesukaran atau kemudahan, kekayaan atau kepapaan, hidup dan mati, melainkan dengan ketentuan Allah. Orang itu bekerja dengan sebaik-baiknya. Dia tidak takut melainkan kepada Allah. Dan dia tidak mengharap, melainkan rahmat dan keridhaan Allah SWT.

3.      Menjadikan Mukmin Yang banyak bersyukur dan bersabar
Mukmin yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat dari Allah yang harus disyukuri walau sekecil apapun. Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian dari-Nya

4.      Menjadikan Mukmin Yang Jauh Dari Sifat Sombong dan Putus Asa
Mukmin yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila memperoleh keberhasilan, ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena Allah, tetapi bukan karena hasil usahanya sendiri. Dan apabila ia mengalami kegagalan, ia tidak mudah berkeluh kesah dan berputus asa , karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah.

5.      Menjadikan Mukmin Yang Memiliki Ketenangan Jiwa
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi

lima rukun islam



lima rukun islam
Sebagai umat muslim Kita wajib mengetahui semua rukun islam yang lima dan juga pengertiannya. Selain mengetahui pengertian dan penjelasannya Kita juga wajib menjalankannya.

Rukun Islam terdiri daripada lima perkara:
  1. Mengucap dua kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah.
  2. Menunaikan salat lima kali sehari.
  3. Mengeluarkan zakat.
  4. Berpuasa pada bulan Ramadan.
  5. Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.

enam rukun iman dan pengertian nya




enam rukun iman dan pengertian nya

Pengertian Iman
Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.
Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang.
“Agar bertambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang sudah ada.”
—QS. Al Fath [48] : 4
Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.” Imam Ahmad berkata, “Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal.” Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.”

Rukun Iman
  • Iman kepada Allah
Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: Mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala. Mengimani semua nama dan sifat Allah (al-Asma'ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang Nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.
  • Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
Mengimani adanya, setiap amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada mereka.
  • Iman kepada Kitab-kitab Allah
Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah ucapan-Nya dan bukanlah ciptaanNya. karena kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk. Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.
  • Iman kepada Rasul-rasul Allah
Mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya.

  • Iman kepada Hari Akhir
Mengimani semua yang terjadi di alam barzakh (di antara dunia dan akhirat) berupa fitnah kubur (nikmat kubur atau siksa kubur). Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.
  • Iman kepada Qada dan Qadar, yaitu takdir yang baik dan buruk
Mengimani kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu berasal dari Allah Ta’ala. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka begitupula perbuatan mereka adalah ciptaan Allah.



Thursday, May 8, 2014

Situs Kota China : Wisata Kota Medan


Situs Kota China peninggalan dari abad 12 sampai 16 masehi yang berada di Jalan Kota China, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan akan dijadikan sebagai kawasan destinasi wisata sejarah dan budaya di Kota Medan.

Karena di kawasan Kota China, Kecamatan Marelan tersebut, kata Plt Walikota Medan, Dzulmi Eldin, sangat kaya akan artefak peninggalan sejarah, sehingga bisa menjadi salah satu situs berkelas dunia.

 “Pemerintah Kota Medan ingin menjadikan situs Kota China tersebut menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan budaya di Kota Medan,” kata Dzulmi Eldin dalam siaran pers Pemkot Medan.

 Menurut Eldin, sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya merupakan kekayaan bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

 “Untuk itu diamanatkan, cagar budaya perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional,” kata Eldin.

Tingkatkan pemahaman yang sama guna menjaga dan melestarikan kawasan maupun benda-benda yang bernilai sejarah. “Jika tidak ada perhatian dari berbagai pihak, maka benda-benda bernilai sejarah itu kemungkinan besar akan punah,” ujar Eldin.

 Pemkot Medan, papar Eldin, melalui Perda Nomor 2 tahun 2012 juga berusaha untuk tetap menjaga dan melestarikan kawasan dan benda-benda yang bernilai bersejarah dan kepurbakalaan. “Perda ini juga menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan kota sebagai kota metropolitan yang tidak melupakan sejarah,” katanya.

Kumpulan Sajak-sajak Willy Ana