Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Wednesday, November 7, 2018

10 Nama dan tugas malaikat dalam Al-Qur'an yang patut diimani umat Muslim


Malaikat adalah makhluk yang diciptakan Allah dari Nur atau cahaya dan memiliki keistimewaan, tugas dan wewenang tertentu. Nama nama dan tugas malaikat pada dasarnya telah diterangkan dalam Al-Qur'an dan dalam dalil dalil yang menerangkan nama nama malaikat dan tugasnya. Malaikat merupakan makhluk Allah yang paling taat dan setia, Hal ini telah dibuktikan pada saat Allah memerintahkan penghuni surga untuk bersujud dan memberi hormat pada manusia pertama (Nabi Adam A.S) malaikat langsung mematuhi perintah tersebut, lain halnya dengan iblis yang memiliki sifat angkuh dan merasa bahwa dirinya merupakan makhluk yang paling mulia.

Percaya akan keberadaan malaikat merupakan salah satu rukun iman yang memang wajib di dilakukan oleh umat islam. Dengan iman kepada malaikat, artinya kita telah meyakini dalam hati bahwa malaikat memang ada dan malaikat memiliki tugas yang berbeda beda. Nama nama malaikat dan tugas malaikat yang wajib kita hafalkan dalam ajaran agama islam ada 10. Setiap nama malaikat memiliki tugas tersendiri dan lain dari yang lainnya.


Dalam artikel kali ini kita akan membahas nama nama malaikat dan tugas malaikat Allah (nama dan tugas malaikat menurut Al-Qur'an) yang pada dasarnya merupakan materi pembelajaran agama islam (PAI). Materi ini dapat dengan mudah kita temukan dala pembelajaran agama di jenjang sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Dengan beriman dan percaya pada nama dan tugas malaikat, maka dapat menuntun kita pada perbuatan yang baik dan dijauhkan dari murka Allah.

10 Nama dan tugas malaikat dalam Al-Qur'an

siapa sajakah 10 nama malaikat dan tugasnya yang wajib kita imani dalam kehidupan kita sebagai umat islam. diantaranya adalah sebagai berikut:

Malaikat Jibril
Malaikat Mikail
Malaikat Israfil
Malaikat Izrail
Malaikat Munkar
Malaikat Nakir
Malaikat Raqib
Malaikat Atid
Malaikat Malik
Malaikat Ridwan

Malaikat Jibril
Malaikat jibril adalah malaikat yang ditugaskan Allah untuk menyampaikan kepada para nabi dan para rasul. Pada jaman dahulu Allah menurunkan wahyu pada nabi dan rasul dengan melalui perantara malaikat jibril. Hal ini juga berlaku ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu Al-Qur'an yang pertama kali yakni surat Al-Alaq dengan melalui perantara malaikan jibril.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW maka terputuslah wahyu yang diturunkan Allah kepada manusia. Dengan ini selesailah tugas malaikat jibril sebagai perantara menyampaikan wahyu. Ketika ada seseorang yang mengaku bahwa ia merupakan nabi dan mendapatkan wahyu yang diberikan oleh malaikat jibril, maka orang tersebut adalah orang yang tengah berdusta.

Tugas malaikat jibril juga telah diatur dalam surat Al-Baqarah ayat 97:
Description: Tugas malaikat jibril dan malaikat malaikat allah

Artinya:
"Katakanlah barangg siapa yang menjadi musuhh Jibril, maka sesungguhnya aJibril lah yang menurunkann wahyu kee dalam hatimuu dengan izin Allah SWT yang membenarkan kitab kitab sebelumnya, sebagaii petunjuk dan kabarr gembiraa bagi orang orangg yang beriman."

Malaikat Mikail
Malaikat Mikail adalah malaikat yang bertugas membagikan rizki dari Allah kepada seluruh hamba hambanya. Rizki yang diberikan oleh Allah melalui malaikat mikail tidak hanya berbentu materi dan uang semata, namun juga rizki yang bersifat rohani seperti kesehatan, ketenteraman hati, keluarga yang sholeh dan lain sebagainya.

Tugas malaikat mika
il telah disampaikan dalam surat Al-Baqarah ayat 98:
Description: Tugas malaikat mikail dan nama nama malaikat Allah beserta tugasnya
Artinya:
"Barang siapa menjadi musuh Allah SWT, Malaikat Allah, Nabi dan Rasulnya, mikail dan jibril. Maka Sesungguhnya Allah SWT telah menjadi musuh dari orang orang kafir."

Malaikat Israfil
Malaikat Israfil adalah malaikat yang diberi tugas oleh Allah untuk meniup terompet sangkakala kelak ketika kiamat tiba. Hari kiamat sendiri merupakan salah satu rukun iman yang wajib kita percayai kebenarannya. Dengan beriman pada hari akhir maka akan membuat manusia berlomba lomba mencari kebaikan dalam hidup.

Tugas malaikat israfil sendiri telah diterangkan dalam Al-Qur'an yakni dalam surat Al-kahfi ayat 99:
Description: Tugas malaikat israfil
Artinya:
"Kami biarkan mereka terombang ambing di hari tersebut bersama dengan orang orang yang lainnya, kemudian ditiuplah ash shur dan kami kumpulkan mereka keseluruhan"

Malaikat Izrail
Malaikat Izrail adalah malaikat yang bertugas untuk mencabut nyawa seseorang atau dalam bahasanya sering disebut sebagai kiamat sughra (kiamat kecil). Sebagai manusia yang beriman kita harus percaya pada kematian karena sejatinya setiap kelahiran pasti akan diakhiri oleh kematian. Setiap orang memang akan mengalami kematian. Maka dari itu sebagai hamba Allah kita harus selalu membekali diri dengan amal perbuatan baik sebagai bekal dan persiapan ketika kematian datang menjemput kita.

Tugas malaikat izrail sendiri telah diterangkan dalam ayat suci Al-Qur'an surat As-Sajdah ayat 11:
Description: Tugas malaikat izrail
Artinya:
"Katakanlah bahwa malaikat mautlah yang ditugaskan untuk mewafatkan kalian semua. Kemudian hanya kepada rabb lah kalian akan dikembalikan"

Malaikat Munkar
Malaikat munkar ditugaskan oleh Allah untuk menanyakan ketika kita telah didalam kubur tentang segala amal perbuatan yang telah kita lakukan semasa hidup. Sebagai umat islam yang beriman kepada Allah dan malaikat Allah, maka kita harus senantiasa melakukan amalan perbuatan baik yang dapat menjadi bekal kita sewaktu ditanya malaikat munkar.

Malaikat Nakir
Bersama dengan malaikat munkar, malaikat nakir juga memiliki tugas yang sama yakni menanya dalam kubur dan memberikan siksa kubur jika mayat tersebut melakukan perbuatan batil semasa hidupnya. Siksa kubur sendiri merupakan azab atau hukuman Allah yang diberikan pada mereka yang berkelakuan buruk semasa hidupnya.

Malaikat Raqib
Tugas malaikat raqib adalah untuk mencatat amalan baik yang telah dilakukan manusia semasa hidup. Amalan baik inilah yang nantinya dapa menjadi bekal kita menghadapi pertanyaan dan siksa kubur yang diberikan oleh malaikat mukar dan nakir kelak ketika kita telah wafat.

Malaikat Atid
Tugas malaikat atid merupakan kebalikan dari malaikat raqib. Jika malaikat raqib bertugas untuk mencatat segala amalan baik yang dilakukan manusia. Maka malaikat atid bertugas mencatat amal perbuatan jelek yang dilakukan manusia. Sebagai orang yang beriman kita harus percaya bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dan ganjaran entah itu amalan baik atau amalan buruk.

Malaikat Malik

Tugas malaikat malik adalah untuk menjaga pintu neraka. Tentunya sebagai orang yang beriman kita tidak ingin bertemu dengan malaikat malik karena kelak malaikat malik lah yang akan menjaga pintu neraka dan orang orang yang telah melakukan perbuatan batil yang kelak akan mendapatkan hukuman di neraka.

Malaikat Ridwan
Tugas malaikat ridwan adalah untuk menjaga pintu surga, Tugas ini merupakan kebalikan daripada tugas yang dimiliki malaikat malik. Surga merupakan harapan yang kita inginkan ketika kita telah wafat. Tidak ada yang tidak ingin masuk ke surga Allah karena disanalah tempat hamba hamba Allah yang beriman akan berkumpul dalam keabadian.

Itulah 10 nama nama malaikat dan tugas malaikat yang dapat saya sampaikan dalam artikel kali ini.
Sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat ya teman...

conteo teks syarhil “NASIONALISME DALAM KONSEP ISLAM”


اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الذى امرنا بالجهاد فى سبيل الله و ترك الهوى . اشهد ان لا إله إلا الله رب العرش استوى و اشهد ان سيدنا محمدا رسوله المصطفىالصّلاة والسّلام على رسول لله، سيّدنا والنبيّنا محمد ابن عبدلله، وعلى آله وصحبه ومن الوّله
Majlis hakim yang arif dan bijaksana. Sudara-saudara sebangsa dan setanah air.
“nasionalis yang sejati, yang cintanya pada tanah air itu bersendi pada pengetahuan atas susunan ekonomi dunia dan riwayat, nasionalis yang bukan chauvinis, tidak boleh tidak, haruslah menolak segala paham pengecualian yang sempit budi itu. Nasionalismenya itu timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan, rasa cinta bangsa itu adalah lebar dan luas, dengan memberi tempat kepada seuatu yang lain-lain, sebagai lebar dan luasnya udara yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.”
“Cuplikan diatas adalah pernyataan dan pemikiran Ir. Soekarno Presiden pertama Republik Indonesia.”

Sebagai negeri yang mayoritas warganya muslim ini, diskursus hubungan Islam dan Nasionalisme telah berlangsung sejak didirikannya Republik Indonesia. Diskursus ini mulai mengemuka dalam fenomena sejarah perumusan dasar negara. Disatu pihakmengiinginkanIslam sebagai dasar negara, dilain pihak menginginkan Pancasila; Namun perbedaan keinginan tersebut tidak menjadi penghambat terbentuknya perumusan dasar negara.Mereka yakin dan percaya bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan Islam dan bahkan merupakan bagian dari Islam itu sendiri. Islam tidak bertentangan dengan Nasionalisme dan bahkan keduanya bersenyawa. Fakta itulah yang telah ditunjukkan para perintis perjuangan kemerdekaan Indonesia tempo dulu. Sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan bangunan nation-state nya merupakan bentuk final yang harus tetap dipertahankan, karena merupakan hasil jihad dan ijtihad umat Islam dalam proses sejarah yang panjang.
Majlis hakim yang arif dan bijaksana. Sudara-saudara sebangsa dan setanah air.
            Untuk membahas lebih lanjut tentang nasionalisme pada kesempatan kali ini izinkanlah kami menyampaikan syarahan yang terangkai dalam sebuah judul :

NASIONALISME DALAM KONSEP ISLAM
Denan berlandaskan firman Allah S.W.T dalam Q.S. An-Nisa ayat 59 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dantaatilahRasul (Nya), danulilamri di antarakamu. Kemudianjikakamuberlainanpendapattentangsesuatu, makakembalikanlahiakepada Allah (Al Quran) danRasul (sunnahnya), jikakamubenar-benarberimankepada Allah danharikemudian. Yang demikianitulebihutama (bagimu) danlebihbaikakibatnya. (Q.S. An-Nisa : 59)
Majlis hakim yang arif dan bijaksana. Sudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam Tafsirnya juz 3 Halaman 72. Menjelaskan ayat ini adalah perintah kepada orang  yang beriman agar mematuhi Allah serta mengamalkan Al-Qur’an, dan juga patuh kepada perintah rasulnya, serta patuh kepada ulil amri, pemerintah, ulama,pangilma perangdan bentuk pemimpin lainnya yang menjadi rujukan dalam memenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan masalah yang dihadapi.Kepatuhan terhadap pemimpin merupakan cerminan sikap nasionalisme pada diri individu, tidak peduli apapun sukunya, apapun rasnya, apapun agamanya, apapun budayanya, jika sudah termasuk kedalam sebuah negara, maka individu itu wajib mematuhi pemimpin atas dasar cinta pada tanah airnya.
Belakangan muncul dan berkembang berbagai isu sangat kursial yangberpotensi menggoyangkan NKRI, ada kelompok-kelompok yang ingin membangun ideologi menciptakan konspirasi, ingin merubah dasar negara dengan dasar yang diyakini, sampai-sampai sanggup mengkafirkan siapa saja yang tak sehati, bahkan sanggup mengkafirkan saudaranya sendiri, memaksakan kehendak serta menyebarkan fitnahdisana sini, mengadu domba antar umat supaya saling membenci. Hadirin, jika hal ini tidak segera dihentikan, maka kekacauan akan menyebabkan permusuhan. Akan banyak dari kita yang awalnya kawan menjadi lawan. Dan banyak dari kita yang awalnya bersatu dapat menjadi berseteru. Kita sebagai warga nasionalisme, sudah seharusnya memahami arti ukhuwah secara luas dan itu merupakan pengamalan dari “hablum minan naas”.
Allah S.W.T telah mengingatkan dalamAl-Qur’an surat Ar-Rum ayat 22 :

وَمِنْ آَيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.”
Prof. Dr. Qurashihab menjelaskan dalam Tafsir AL-Misbahnya bahwa manusia diperintahkan untuk melihat kekuasaan Allah terlebih dahulu baik yang ada di langit dan begitu pula yang ada di bumi.Setelah menengadah melihat langit dan menekur meninjau bumi, orang kembali disuruh untuk melihat dirinya.Dalam artian sebaiknya kita tidak menyombongkan diri dengan memaksakan paham sendiri, senantiasa mengutamakan keutuhan NKRI.
Secara doktrin, orang Islam memang tidak mengenal batas-batas kewilayahan, kebangsaan, negara, bendera, dan macam-macam simbol lainnya. Sebagaimana halnya sejarah Islam juga mengenal sistem khilafahuniversal. Tetapi sebetulnya itu tidak lain merupakan realitas historis yang merupakan konsekuensi saja dari penaklukan demi penaklukan yang dilakukan penguasa-penguasa Islam saat itu, dan proses sejarah menyebut mereka ini dengan sebutan khalifah.Tapi kenyataan historis mengantarkan umat Islam ke dalam alam modern yang berbasis nation-state. Gelora nasionalisme dan lain sebagainya itu, selalu saja diletakkan dalam konteks bagaimana memerdekakan diri dari penjajahan dan penguasaan pihak asing. Oleh karena itu, nasionalisme dimaksud mengandung gagasan kecintaan terhadap tanah air, mempererat persaudaraan, bela negara untuk membebaskan diri dari kolonialisme.

contoh teks Syarhil Nasionalisme dalam konsep Islam


Nasionalisme yang ditolak oleh Islam, adalah ta’ashshub atau sikap fanatisme dan kecintaan berlebihan terhadap suku atau bangsa sehingga menimbulkan mudlarrat (bahaya) bagi pihak lain di luarnya. Nasionalisme semacam ini sepadan dengan chauvinisme, atau yang dalam istilah Syafi’i Ma’arif diebut “Nasionalisme Ekspansif”, seperti paham yang dianut oleh Hittler dan Israel. Tentu saja hal itu bertentangan dengan ajaran Islam. Adapun “Nasionalisme Formatif” yang mengandaikan kecintaan terhadap tanah air (hubb al-wathan), pembebasan (hurriyyah), dan persaudaraan (ukhuwwah) justeru merupakan bagian dari ajaran universal Islam itu sendiri.
Majlis hakim yang arif dan bijaksana. Sudara-saudara sebangsa dan setanah air
mari kita renungkan firman Alllah dalam Q.S. Al- Hujurat ayat 10 :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang berimanitusesungguhnyabersaudara. Sebabitudamaikanlah (perbaikilahhubungan) antarakeduasaudaramuitudantakutlahterhadap Allah, supayakamumendapatrahmat. Q.S. Al-Hujurat : 10
Majlis hakim yang arif dan bijaksana. Sudara-saudara sebangsa dan setanah air
Kata Ikhwatun menurut Prof. Dr. M. Quraihs Shihab adalah persaudaraan yang terjalin diantara sesama muslim adalah persaudaraan yang berganda. Pertama, karena dasar keimanan. Kedua, karena dasar keturunan. Bedasarkan penelasan tersebut,bahwa Allah melarang islam untuk berpecah belah sesama kita. Islam dan Nasionalisme Indonesia adalah dua sisi mata uang yang saling memberikan makna. Keduanya tidak bisa diposisikan secara diametral atau dikhotomik. Nasionalisme selalu meletakkan keberagaman atau pluralitas sebagai konteks utama yang darinya dapat melahirkan ikatan dasar yang menyatukan sebuah negara bangsa.
Idealnya umat Islam tidak perlu merasa khawatir kehilangan identitas karena persenyawaannya dalam negara bangsa yang pas. Hati-hati, perjuangan yang ditekankan untuk menonjolkan identitas atau simbol-simbol keIslaman dalam kerangka perjuangan politik kebangsaan hanya merupakan cerminan kelemahan umat Islam sendiri. Selain itu, meskipun terbuka peluangnya di alam demokrasi ini, penekanan berlebihan dalam hal itu akan potensial menjadi penyulut disintegrasi, dan ini tidak sejalan dengan nasionalisme itu sendiri. Idealnya, perjuangan politik umat Islam menekankan pada penguatan nasionalisme Indonesia dengan memperkokoh faktor-faktor perekat kebangsaan yang secara substantif. Nilai-nilai dimaksud merupakan nilai-nilai universal Islam yang menyentuh kesadaran pragmatis warga negara, seperti keadilan bagi semua, kesejahteraan merata, kepercayaan terjaga, dansebagainya.
Mari kita bercermin pada Fakta keberhasilan politik Islam telah dicontohkan oleh masyarakat Madinah pada masa Rasulullah dan sahabat. Secara politis, muslim dan pemeluk agama lainnya hidup mandiri, berdaya, teratur dan egaliter sebagai warga negara.Untuk mewujudkannya kembali ilmuwan politik Islam seperti Ibnu Aby Rabi, Al-Mawardi dan Al-Ghazali memaparkan pentingnya rasa aman, keadilan, dan supremasi hukum.Mc. Donald menyebut Madinah sebagai negara Islam pertama yang memiliki dasar-dasar politik dan perundang-undangan. Muhammad SAW sebagai kepala negara kala itu telah menetapkan dasar-dasar dan sendi-sendi pemerintahan, dan berhasil menyatukan semua golongan. Resep rahasianya adalah implementasi spiritualisme Islam ke seluruh sendi kehidupan, termasuk politik. Sejarah mencacat, di zaman Rasulullah telah dihasilkan konstitusi yang berkeadilan dan demokratis, yaitu Piagam Madinah. Pakar Barat seperti Julius Wilhausen, Leon Caetani, Hubert Grime, Montgomery Watt dan lainnya mengakuinya sebagai konstitusi pertama di dunia dan paling lengkap sepanjang sejarah manusia. 
Dari uraian diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa. Kita harus berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Sunah Nabi dalam membentuk warga yang nasionalisme yang berarti tak ada perpecahan, saling berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan, dan tidak saling bermusuh musuhan namun saling mengisi kekurangan dalam memenuhi setiap kebutuhan bangsa dan negara. Dengan demikian Insyallah bangsa kita akan makmur dengan rakyat yang berbudi luhur sehingga Rahmat Allah pun akan terkucur. Aamiin yaa robbal ‘Alamiin.

Negara kaya ragam budaya
Berbagai suku adat bahasa
Beda jadikan kekuatan bangsa
Nasionalis dan agamis tanam dijiwa
Tentram damai adil sejahtra

Kaen songket ciri khas melayu
Molek dipakai jadi pemikat
Marilah samue kite bersatu
NKRI berdaulat islam penguat


واسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Demikianlah contoh Teks Syarhil Nasionalisme Dalam Konsep Islami, semoga bermanfaat bagi Ibuk-ibuk semua.
Dan Salam Manis dari Saya..

Thursday, October 18, 2018

Pengertian, Unsur Unsur, Macam-Macam dan Sandaran Ijma’


Ijmak atau Ijma' (Arab:إجماع) adalah kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu hukum hukum dalam agama berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis dalam suatu perkara yang terjadi.

Unsur-Unsur Ijma’
1. Adanya kesepakatan seluruh mujtahid dari kalangan umat Islam (ulama).
2. Suatu kesepakatan yang dilakukan haruslah dinyatakan secara jelas.
3. Yang melakukan kesepakatan tersebut adalah mujtahid.
4. Kesepakatan tersebut terjadi setelah wafatnya Rasulullah.
5. Yang disepakati itu adalah hukum syara' mengenai suatu masalah/peristiwa hukum tertentu. Dimas ratta mulya

Macam-Macam Ijma’
Ijma' umat terbagi menjadi dua: 1. Ijma' Qauli, yaitu suatu ijma' di mana para ulama' mengeluarkan pendapatnya dengan lisan ataupun tulisan yang menerangkan persetujuannya atas pendapat mujtahid lain di masanya. 2. Ijma' Sukuti, yaitu suatu ijma' di mana para ulama' diam, tidak mengatakan pendapatnya. Diam di sini dianggap menyetujui. Menurut Imam Hanafi kedua macam ijma' tersebut adalah ijma' yang sebenarnya. Menurut Imam Syafi'i hanya ijma' yang pertama saja yang disebut ijma' yang sebenarnya.
Selain ijma' umat tersebut masih ada macam-macam ijma' yang lain, yaitu:
1.   Ijma' sahabat
2.   Ijma' Khalifah yang empat
3.   Ijma' Abu Bakar dan Umar
4.   Ijma' ulama Madinah
5.   Ijma' ulama Kufah dan Basrah
6.   ijma' itrah (golongan Syiah)

Sandaran Ijma’
Ijma' tidak dipandang sah, kecuali apabila ada sandaran, sebab ijma' bukan merupakan dalil yang berdiri sendiri. Sandaran tersebut dapat berupa dalil qath'i yaitu Qur'an dan Hadis mutawatir, juga dapat berupa dalil zhanni yaitu Hadis ahad dan qiyas.
Referensi: Wikipedia.com


Wednesday, October 10, 2018

Pembunuhan Pertama Dalam Sejarah Manusia


Dengan telah jalurnya keputusan dari langit yang menerima korban Habil dan menolak korban Qabil maka pudarlah harapan Qabil untuk mempersandingkan Iqlima tidak puas dengan keputusan itu namun tidak ada jalan untuk menyoalkan. Ia menyerah dan memerainya dengan rasa kesal dan marah sambil menaruh dendam terhadap Habil yang akan dibunuh di kala ketiadaan ayahnya.
                 
Ketika Adam hendak berpergian dan meninggalkan rumah beliau mengamanahkan rumahtangga dan keluarga kepada Qabil. Ia berpesan kepadanya agar menjaga baik-baik ibu dan saudara-saudaranya selama ketiadaannya. Ia berpesan pula agar kerukunan keluarga dan ketenangan rumahtangga terpelihara baik-baik jangan sampai terjadi hal-hal yang mengeruhkan suasana atau merosakkan hubungan kekeluargaan yang sudah akrab dan intim.

Qabil menerima pesanan dan amanat ayahnya dengan kesanggupan akan berusaha sekuat tenaga menyelenggarakan amanat ayahnya dengan sebaik-baiknya dan sempurna berpergiannya akan mendapat segala sesuatu dalam keadaan baik dan menyenangkan. Demikianlah kata-kata dan janji yang keluar dari mulut Qabil namun dalam hatinya ia berkata bahawa ia telah diberi kesempatan yang baik untuk melaksanakan niat jahatnya dan melepaskan rasa dendamnya dan dengkinya terhadap Habil saudaranya.

Tidak lama setelah Adam meninggalkan keluarganya datanglah Qabil menemui Habil di tempat penternakannya. Berkata ia kepada Habil:"Aku datang ke mari untuk membunuhmu. Masanya telah tiba untuk aku lenyapkan engkau dari atas bumi ini."

"Apa salahku?"tanya Habil. Dengan asalan apakah engkau hendak membunuhku?"

Qabil berkata:"Ialah kerana korbanmu diterima oleh Allah sedangkan korbanku ditolak yang bererti bahawa engkau akan mengahwini adikku Iqlima yang cantik dan molek itu dan aku harus mengahwini adikmu yang buruk dan tidak mempunyai gaya yang menarik itu."

Habil berkata:"Adakah berdosa aku bahawa Allah telah menerima korbanku dan menolak korbanmu?Tidakkah engkau telah bersetuju cara penyelesaian yang diusulkan oleh ayah sebagaimana telah kami laksanakan?Janganlah tergesa-gesa wahai saudaraku, mempertaruhkan hawa nafsu dan ajakan syaitan! Kawallah perasaanmu dan fikirlah masak- masak akan akibat perbuatanmu kelak! Ketahuilah bahawa Allah hanya menerima korban dari orang-orang yang bertakwa yang menyerahkan dengan tulus ikhlas dari hati yang suci dan niat yang murni.Adakah mungkin sesekali bahawa korban yang engkau serahkan itu engkau pilihkannya dari gandummu yang telah rosak dan busuk dan engkau berikan secara terpaksa bertentangan dengan kehendak hatimu, sehingga ditolak oleh Allah, berlainan dengan kambing yang aku serahkan sebagai korban yang sengaja aku pilihkan dari perternakanku yang paling sihat dan kucintai dan ku serahkannya dengan tulus ikhlas disertai permohonan diterimanya oleh Allah.

Renungkanlah, wahai saudaraku kata-kataku ini dan buangkanlah niat jahatmu yang telah dibisikkan kepadamu oleh Iblis itu, musuh yang telah menyebabkan turunnya ayah dan ibu dari syurga dan ketahuilah bahawa jika engkau tetap berkeras kepala hendak membunuhku, tidaklah akan aku angkat tanganku untuk membalasmu kerana aku takut kepada Allah dan tidak akan melakukan sesuatu yang tidak diredhainya.Aku hanya berserah diri kepada-Nya dan kepada apa yang akan ditakdirkan bagi diriku."

Nasihat dan kata-kata mutiara Habil itu didengar oleh Qabil namun masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan sekali-kali tidak sampai menyentuh lubuk hatinya yang penuh rasa dengki, dendam dan iri hati sehingga tidak ada tempat lagi bagi rasa damai, cinta dan kasih sayang kepada saudara sekandungnya. Qabil yang dikendalikan oleh Iblis tidak diberinya kesempatan untuk menoleh kebelakang mempertimbangkan kembali tindakan jahat yang dirancangkan terhadap saudaranya, bahkan bila api dendam dan dengkin didalam dadanya mulai akan padam dikipasinya kembali oleh Iblis agar tetap menyala-yala dan ketika Qabil bingung tidak tahu bagaimana ia harus membunuh Habil saudaranya, menjelmalah Iblis dengan seekor burung yang dipukul kepalanya dengan batu sampai mati. Contoh yang diberikan oleh Iblis itu diterapkannya atas diri Habil di kala ia tidur dengan nyenyaknya dan jatuhlah Habil sebagai korban keganasan saudara kandungnya sendiri dan sebagai korban pembunuhan pertama dalam sejarah manusia

Penguburan Jenazah Habil

Qabil merasa gelisah dan bingung menghadapi mayat saudaranya.ia tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan tubuh saudaranya yang semakin lama semakin busuk itu.Diletakkannyalah tubuh itu di sebuah peti yang dipikulnya seraya mundar-mundir oleh Qabil dalam keadaan sedih melihat burung-burung sedang berterbangan hendak menyerbu tubuh jenazah Habil yang sudah busuk itu.

Kebingungan dan kesedihan Qabil tidak berlangsung lama kerana ditolong oleh suatu contoh yang diberikan oleh Tuhan kepadanya sebagaimana ia harus menguburkan jenazah saudaranya itu.Allah s.w.t. Yang Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana, tidak rela melihat mayat hamba-Nya yang soleh dan tidak berdosa itu tersia-sia demikian rupa, maka dipertunjukkanlah kepada Qabil, bagaimana seekor burung gagak menggali tanah dengan kaki dan paruhnya, lalu menyodokkan gagak lain yang sudah mati dalam pertarungan, ke dalam lubang yang telah digalinya, dan menutupi kembali dengan tanah. Melihat contoh dan pengajaran yang diberikan oleh burung gagak itu, termenunglah Qabil sejenak lalu berkata pada dirinya sendiri:"Alangkah bodohnya aku, tidakkah aku dapat berbuat seperti burung gagak itu dan mengikuti caranya menguburkan mayat saudaraku ini?"

Kemudian kembalilah Adam dari perjalanan jauhnya.Ia tidak melihat Habil di antara putera-puterinya yang sedang berkumpul.Bertanyalah ia kepada Qabil:"Di manakah Habil berada?Aku tidak melihatnya sejak aku pulang."

Qabil menjawab:"Entah, aku tidak tahu dia ke mana! Aku bukan hamba Habil yang harus mengikutinya ke mana saja ia pergi."

Melihat sikap yang angkuh dan jawapan yang kasar dari Qabil, Adam dapat meneka bahawa telah terjadi sesuatu ke atas diri Habil, puteranya yang soleh, bertakwa dan berbakti terhadap kedua orang tuanya itu.Pada akhirnya terbukti bahawa Habil telah mati dibunuh oleh Qabil sewaktu peninggalannya.Ia sangat sesal di atas perbuatan Qabil yang kejam dan ganas itu di mana rasa persaudaraan, ikatan darah dan hubungan keluarga diketepikan sekadar untuk memenuhi hawa nafsu dan bisikan yang menyesatkan.

Menghadapi musibah itu, Nabi Adam hanya berpasrah kepada Allah menerimanya sebagai takdir dan kehendak-Nya seraya mohon dikurniai kesabaran dan keteguhan iman baginya dan kesedaran bertaubat dan beristighfar bagi puteranya Qabil.
                


Kisah islami: Sepotong Roti Penebus Dosa


Abu Burdah bin Musa Al-Asy'ari meriwayatkan, bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya: "Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti."

Dahulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga diapun tergoda dalam bujuk rayunya dan bergelimang di dalam dosa selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri. Setelah ia sadar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan solat dan bersujud.

Akhirnya dalam pengembaraannya itu ia sampai ke sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, karena sudah sangat letih dari sebuah perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin dalam pondok itu. Rupanya di samping kedai tersebut hidup seorang pendita yang ada setiap malamnya selalu mengirimkan beberapa buku roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu dengan masing-masingnya mendapat sebuku roti.

Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang sedang bertaubat kepada Allah itu juga mendapat bahagian, karena disangka sebagai orang miskin. Rupanya salah seorang di antara orang miskin itu ada yang tidak mendapat bahagian dari orang yang membahagikan roti tersebut, sehingga kepada orang yang membahagikan roti itu ia berkata: "Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku." Orang yang membagikan roti itu menjawab: "Kamu dapat melihat sendiri, roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari satu buku roti." Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertaubat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bahagian tadi. Sedangkan keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal dunia.

Di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadat yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam. Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sebuku roti yang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sebuku roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Kepada anaknya Abu Musa berkata: "Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sebuku roti itu!"

KISAH ISLAMI dan RIWAYAT HABIL DAN QABIL PUTERA NABI ADAM a.s.


Tatacara hidup suami isteri Adam dan Hawa di bumi mulai tertib dan sempurna tatkala Hawa bersedia untuk melahirkan anak-anaknya yang akan menjadi benih pertama bagi umat manusia di dunia ini.

Siti Hawa melahirkan kembar dua pasang. Pertama lahirlah pasangan Qabil dan adik perempuannya yang diberi nama "Iqlima", kemudian menyusul pasangan kembar kedua Habil dan adik perempuannya yang diberi nama "Lubuda".

Kedua orang  tua, Nabi Adam dan Siti Hawa, menerima kelahiran keempat putera puterinya itu dengan senang dan gembira, walaupun Hawa telah menderita apa yang lumrahnya dideritai oleh setiap ibu yang melahirkan bayinya. Mereka mengharapkan dari keempat anak pertamanya ini akan menurunkan anak cucu yang akan berkembang biak untuk mengisi bumi Allah dan menguasai sesuai dengan amanat yang telah di bebankan ke atas bahunya.

Di bawah naungan ayah ibunya yang penuh cinta dan kasih sayang maka membesarlah keempat-empat anak itu dengan cepatnya melalui masa kanak-kanak dan menginjak masa remaja. Yang perempuan sesuai dengan kudrat dan fitrahnya menolong ibunya mengurus rumahtangga dan mengurus hal-hal yang menjadi tugas wanita,sedang yang laki-laki menempuhi jalannya sendiri mencari nafkah untuk memenuhi keperluan hidupnya. Qabil berusaha dalam bidang pertanian sedangkan Habil di bidang perternakan.

Penghidupan sehari-hari keluarga Adam dan Hawa berjalan tertib sempurna diliputi rasa kasih sayang saling cinta mencintai hormat menghormati masing-masing meletakkan dirinya dalam kedudukan yang wajar si ayah terhadap isterinya dan putera-puterinya,si isteri terhadap suami dan anak-anaknya. Demikianlah pula pergaulan di antara keempat bersaudara berlaku dalam harmoni damai dan tenang saling bantu membantu hormat menghormati dan bergotong-royong.

Keempat Anak Adam Memasuki Alam Remaja

Keempat putera-puteri Adam mencapai usia remaja dan memasuki alam akil baligh di mana nafsu berahi dan syahwat serta hajat kepada hubungan kelamin makin hari makin nyata dan nampak pada gaya dan sikap mereka hal mana menjadi pemikiran kedua orang tuanya dengan cara bagaimana menyalurkan nafsu berahi dan syahwat itu agar terjaga kemurnian keturunan dan menghindari hubungan kelamin yang bebas di antara putera-puterinya.

Kepada Nabi Adam Allah memberi ilham dan petunjuk agar kedua puteranya dikahwinkan dengan puterinya. Qabil dikahwinkan dengan adik Habil yang bernama Lubuda dan Habil dengan adik Qabil yang bernama Iqlima.

Cara yang telah di ilham oleh Allah s.w.t. kepada Nabi Adam telah disampaikan kepada kedua puteranya sebagai keputusan si ayah yang harus dipatuhi dan segera dilaksanakan untuk menjaga dan mengekalkan suasana damai dan tenang yang meliputi keluarga dan rumahtangga mereka. Akan tetapi dengan tanpa diduga dan disangka rancangan yang diputuskan itu ditolak mentah-mentah oleh Qabil dan menyatakan bahawa ia tidak mahu mengahwini Lubuda, adik Habil dengan mengemukakan alasan bahawa Lubuda adalah buruk dan tidak secantik adiknya sendiri Iqlima. Ia berpendapat bahawa ia lebih patut mempersunting adiknya sendiri Iqlima sebagai isteri dan sekali-kali tidak rela menyerahkannya untuk dikahwinkan oleh Habil. Dan memang demikianlah kecantikan dan keelokan paras wanita selalu menjadi fitnah dan rebutan lelaki yang kadang-kadang menjurus kepada pertentangan dan permusuhan yang sampai mengakibatkan hilangnya nyawa dan timbulnya rasa dendam dan dengki di antara sesama keluarga dan sesama suku.

Kerana Qabil tetap berkeras kepala tidak mahu menerima keputusan ayahnya dan meminta supaya dikahwinkan dengan adik kembarnya sendiri Iqlima maka Nabi Adam seraya menghindari penggunaan kekerasan atau paksaan yang dapat menimbulkan perpecahan di antara saudara serta mengganggu suasana damai yang meliputi keluarga beliau secara bijaksana mengusulkan agar menyerahkan masalah perjodohan itu kepada Tuhan untuk menentukannya. Caranya ialah bahawa masing- masing dari Qabil dan Habil harus menyerahkan korban kepada Tuhan dengan catatan bahawa barang siapa di antara kedua saudara itu diterima korbannya ialah yang berhad menentukan pilihan jodohnya.

Qabil dan Habil menerima baik jalan penyelesaian yang ditawarkan oleh ayahnya. Habil keluar dan kembali membawa peliharaannya sedangkan Qabil datang dengan sekarung gandum yang dipilih dari hasil cucuk tanamnya yang rosak dan busuk kemudian diletakkan kedua korban itu kambing Habil dan gandum Qabil di atas sebuah bukit lalu pergilah keduanya menyaksikan dari jauh apa yang akan terjadi atas dua jenis korban itu.

Kemudian dengan disaksikan oleh seluruh anggota keluarga Adam yang menanti dengan hati berdebar apa yang akan terjadi di atas bukit di mana kedua korban itu diletakkan, terlihat api besar yang turun dari langit menyambar kambing binatang korban Habil yang seketika itu musnah ternakan oleh api sedang karung gandum kepunyaan Qabil tidak tersentuh sedikit pun oleh api dan tetap tinggal utuh.

Maka dengan demikian keluarlah Habil sebagai pemenang dalam pertaruhan itu karena korban kambing telah diterima oleh Allah sehingga dialah yang mendapat keutamaan untuk memilih siapakah di antara kedua gadis saudaranya itu yang akan dipersandingkan menjadi isterinya.


Kumpulan Sajak-sajak Willy Ana