Wednesday, November 7, 2018

5 Resep Kue Tanpa Oven dan Mixer


Banyak Ibu-ibu muda yang ingin membuat kreasi kue dirumah sebagai makanan yang cocok diwaktu satai bersama keluarga tercinta. Seperti saya pribadi, sering sekali tidak  memiliki  alat-alat seperti Oven dan Mixer mebuat keinginan itu tidak tercapai. Setelah browsing di Internet ternyata banyak sekali kreasi kue bisa dibuat oleh Ibu-ibu Rumah Tangga atau ank kos-kosan tanpa menggunakan Oven dan Mixer.  
Apa sajakah Jenis Kue Tanpa Oven dan Mixer yang dapat Teman-teman, Ibuk-ibuk dan Adik-adik kos ciptakan? Berikut 5 resep Kue Tanpa Oven dan Mixer.
1.   Resep martabak manis atau terang bulan teflon
Description: D:\MIRA PUNYA\Martabak Manis.jpg
Bahan-bahan yang Teman-Teman butuhkan:
·         250 gr terigu
·         50 gr gula pasir
·         1 butir telur
·         300 ml air
·         1/2 sdt ragi instans
·         1/4 sdt soda kue
·         1/4 sdt garam
·         3 sdm minyak goreng
·         Bahan topping sesuai selera, seperti kacang, keju, Ovomaltine atau Nutella
Cara membuat:
·         Pertama kocok telur, gula dan garam dengan spatula sampai bercampur
·         Kemudian masukkan terigu dan air sedikit demi sedikit bergantian agar tidak menggumpal
·         Jika adonan sudah tercampur rata, tambahkan ragi instan, soda kue dan minyak
·         Tutup adonan dengan plastik atau serbet bersih selama 45 menit atau 1 jam
·         Panaskan teflon. Setelah panas, pergunakan api kecil supaya tak mudah gosong dan matangnya merata
·         Tuangkan setengah adonan. Bila menginginkan tepinya kriuk-kriuk, putar teflon memenuhi tepinya. Ini nih ciri khas penting dari kue terang bulan!
·         Tunggu sampai mulai berpori, taburi dengan gula pasir untuk menambah pori-pori dan rasa. Tutup sebentar agar cepat masak bagian atasnya
·         Setelah matang merata, olesi dengan mentega bagian atas dan bawahnya, kemudian taburkan topping sesuai selera untuk disajikan. Jangan lupa setelah dilipat, olesi juga bagian kulitnya dengan mentega
·         Satu resep bisa digunakan untuk 2 teflon dengan diameter 22 cm
2.    resep kue pukis
Description: D:\MIRA PUNYA\Kue Pukis.jpg
Bahan-bahan yang Teman-teman butuhkan:
·         250 gr tepung terigu
·         120 gr gula pasir
·         1 sdt ragi instan
·         400 ml santan (2 bungkus santan instan + air)
·         1 sdt garam
·         2 butir telur
·         6 sdm minyak
Cara membuat:
·         Aduk gula pasir dan telur menggunakan whisker sampai gula larut
·         Masukkan tepung terigu, ragi instan dan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai tidak bergerindil. Tambahkan garam dan minyak, aduk hingga rata dan licin
·         Tutup rapat adonan dengan plastik atau serbet bersih, diamkan kurang lebih 1 jam
·         Panaskan cetakan pukis dengan api kecil, olesi dengan margarin tipis.
·         Aduk rata adonan hingga busanya hilang. Tuang ke dalam cetakan cukup 3/4 saja. Tunggu hingga berlubang-lubang atasnya, lalu beri topping. Tutup dan panggang hingga matang.
·         Selagi masih panas, olesi dengan margarin kedua sisinya agar tetap lembap. Siap disajikan! Mudah bukan?
3.    Resep kue cubit
Description: D:\MIRA PUNYA\Kue Cubit.jpg  
Bahan-bahan yang Teman-teman butuhkan:
·         250 gr tepung terigu
·         150 gr gula pasir
·         1 sdt ragi instan
·         1/4 sdt soda kue
·         1 butir telur
·         50 gr margarin. Cairkan
·         200 ml air hangat
·         Aneka topping sesuai selera kamu, bisa Kitkat, Koko Krunch, meses atau remah Oreo
·         Kalau mau warna-warni, bisa diberikan pewarna makanan secukupnya ya!
Cara membuat:
·         Campur semua bahan menjadi satu adonan  sesuai urutan di daftar bahan
·         Aduk dengan spatula sampai rata sempurna, lalu tutup dan diamkan
·         Setelah didiamkan kurang lebih 30 menit dan adonan mengembang, siap-siap dimasak di cetakan
·         Panaskan cetakan lalu panggang kue dengan api kecil agar tak mudah gosong.
·         Taburkan topping di atas kue cubit setengah matang
·         Tunggu selama kurang lebih 8 menit, angkat hati-hati, sajikan. Mudah ‘kan?

4.    Resep Pancake
Description: D:\MIRA PUNYA\Pancake.jpg
Bahan-bahan yang Teman-teman butuhkan:
·         200 gr terigu protein sedang
·         50 gr butter, dilelehkan)
·         250 ml susu (boleh dari 1 sachet susu kental manis)
·         1 butir telur (dipisah kuning dan putihnya)
·         2 sdm gula pasir
·         1/2 sdt garam
·         1 sdt baking powder
·         Es krim sebagai topping
Cara membuat:
·         Ayak tepung bersamaan dengan baking powder, campur semua bahan kering, kecuali gula
·         Campur susu, telur dan butter yang sudah dicairkan.
·         Campurkan bahan cair ke bahan kering, aduk sampai rata
·         Tambahkan putih telur yg sudah dikocok dengan gula sampai berjejak ke campuran bahan yang tadi. Aduk dengan teknik aduk balik
·         Masak dengan api kecil. Jangan dibalik dulu sebelum bagian atas terlihat gelembung-gelembung kecil yang muncul. Jika sudah dibalik, tinggal ditunggu sampai matang lalu angkat
·         Setelah agak dingin, berikan topping es krim dan wafer di bagian atas. Pancake ala cafemu siap disajikan!
5.    Resep Brownies Kukus

Description: D:\MIRA PUNYA\Brownies.jpg
Bahan-bahan yang Tema-teman butuhkan:
·         3 sdm tepung terigu
·         3 sdm cokelat bubuk
·         3 sdm minyak sayur
·         3 sdm gula pasir
·         1 sachet susu kental manis coklat
·         1/2 sdt baking soda
·         1/2 sdt garam
·         1/2 sdt vanili
·         1 butir telur utuh
·         Mentega
Cara membuat:
·         Campur bahan kering tepung, cokelat bubuk, baking soda, vanili, garam lalu aduk dan sisihkan
·         Kocok telur bersama gula pasir sampai berbuih
·         Tuang ke dalam adonan kering. Aduk sampai merata kemudian tambahkan minyak dan susu kental manis lalu aduk kembali
·         Olesi loyang dengan mentega sebelum dikukus
·         Masukan ke dalam dandang yang sudah dipanaskan. Sebelumnya jangan lupa alasi tutupnya dengan kain bersih
·         Kukus kurang lebih 25 menit tusuk dengan lidi untuk memastikan brownis sudah matang
·         Angkat dan sajikan kemudian bisa kamu berikan topping sesuai selera.
Demikianlah 5 Resep Kue Tanpa Oven dan Mixer yang dapat Saya sampaikan, Semoga bermanfaat bagi Tema-teman dan Adik-adik semuanya.
Selamat mencoba!!
Dan Salam Manis Dari Saya

conteo teks syarhil “NASIONALISME DALAM KONSEP ISLAM”


اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الذى امرنا بالجهاد فى سبيل الله و ترك الهوى . اشهد ان لا إله إلا الله رب العرش استوى و اشهد ان سيدنا محمدا رسوله المصطفىالصّلاة والسّلام على رسول لله، سيّدنا والنبيّنا محمد ابن عبدلله، وعلى آله وصحبه ومن الوّله
Majlis hakim yang arif dan bijaksana. Sudara-saudara sebangsa dan setanah air.
“nasionalis yang sejati, yang cintanya pada tanah air itu bersendi pada pengetahuan atas susunan ekonomi dunia dan riwayat, nasionalis yang bukan chauvinis, tidak boleh tidak, haruslah menolak segala paham pengecualian yang sempit budi itu. Nasionalismenya itu timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan, rasa cinta bangsa itu adalah lebar dan luas, dengan memberi tempat kepada seuatu yang lain-lain, sebagai lebar dan luasnya udara yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.”
“Cuplikan diatas adalah pernyataan dan pemikiran Ir. Soekarno Presiden pertama Republik Indonesia.”

Sebagai negeri yang mayoritas warganya muslim ini, diskursus hubungan Islam dan Nasionalisme telah berlangsung sejak didirikannya Republik Indonesia. Diskursus ini mulai mengemuka dalam fenomena sejarah perumusan dasar negara. Disatu pihakmengiinginkanIslam sebagai dasar negara, dilain pihak menginginkan Pancasila; Namun perbedaan keinginan tersebut tidak menjadi penghambat terbentuknya perumusan dasar negara.Mereka yakin dan percaya bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan Islam dan bahkan merupakan bagian dari Islam itu sendiri. Islam tidak bertentangan dengan Nasionalisme dan bahkan keduanya bersenyawa. Fakta itulah yang telah ditunjukkan para perintis perjuangan kemerdekaan Indonesia tempo dulu. Sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan bangunan nation-state nya merupakan bentuk final yang harus tetap dipertahankan, karena merupakan hasil jihad dan ijtihad umat Islam dalam proses sejarah yang panjang.
Majlis hakim yang arif dan bijaksana. Sudara-saudara sebangsa dan setanah air.
            Untuk membahas lebih lanjut tentang nasionalisme pada kesempatan kali ini izinkanlah kami menyampaikan syarahan yang terangkai dalam sebuah judul :

NASIONALISME DALAM KONSEP ISLAM
Denan berlandaskan firman Allah S.W.T dalam Q.S. An-Nisa ayat 59 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dantaatilahRasul (Nya), danulilamri di antarakamu. Kemudianjikakamuberlainanpendapattentangsesuatu, makakembalikanlahiakepada Allah (Al Quran) danRasul (sunnahnya), jikakamubenar-benarberimankepada Allah danharikemudian. Yang demikianitulebihutama (bagimu) danlebihbaikakibatnya. (Q.S. An-Nisa : 59)
Majlis hakim yang arif dan bijaksana. Sudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam Tafsirnya juz 3 Halaman 72. Menjelaskan ayat ini adalah perintah kepada orang  yang beriman agar mematuhi Allah serta mengamalkan Al-Qur’an, dan juga patuh kepada perintah rasulnya, serta patuh kepada ulil amri, pemerintah, ulama,pangilma perangdan bentuk pemimpin lainnya yang menjadi rujukan dalam memenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan masalah yang dihadapi.Kepatuhan terhadap pemimpin merupakan cerminan sikap nasionalisme pada diri individu, tidak peduli apapun sukunya, apapun rasnya, apapun agamanya, apapun budayanya, jika sudah termasuk kedalam sebuah negara, maka individu itu wajib mematuhi pemimpin atas dasar cinta pada tanah airnya.
Belakangan muncul dan berkembang berbagai isu sangat kursial yangberpotensi menggoyangkan NKRI, ada kelompok-kelompok yang ingin membangun ideologi menciptakan konspirasi, ingin merubah dasar negara dengan dasar yang diyakini, sampai-sampai sanggup mengkafirkan siapa saja yang tak sehati, bahkan sanggup mengkafirkan saudaranya sendiri, memaksakan kehendak serta menyebarkan fitnahdisana sini, mengadu domba antar umat supaya saling membenci. Hadirin, jika hal ini tidak segera dihentikan, maka kekacauan akan menyebabkan permusuhan. Akan banyak dari kita yang awalnya kawan menjadi lawan. Dan banyak dari kita yang awalnya bersatu dapat menjadi berseteru. Kita sebagai warga nasionalisme, sudah seharusnya memahami arti ukhuwah secara luas dan itu merupakan pengamalan dari “hablum minan naas”.
Allah S.W.T telah mengingatkan dalamAl-Qur’an surat Ar-Rum ayat 22 :

وَمِنْ آَيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.”
Prof. Dr. Qurashihab menjelaskan dalam Tafsir AL-Misbahnya bahwa manusia diperintahkan untuk melihat kekuasaan Allah terlebih dahulu baik yang ada di langit dan begitu pula yang ada di bumi.Setelah menengadah melihat langit dan menekur meninjau bumi, orang kembali disuruh untuk melihat dirinya.Dalam artian sebaiknya kita tidak menyombongkan diri dengan memaksakan paham sendiri, senantiasa mengutamakan keutuhan NKRI.
Secara doktrin, orang Islam memang tidak mengenal batas-batas kewilayahan, kebangsaan, negara, bendera, dan macam-macam simbol lainnya. Sebagaimana halnya sejarah Islam juga mengenal sistem khilafahuniversal. Tetapi sebetulnya itu tidak lain merupakan realitas historis yang merupakan konsekuensi saja dari penaklukan demi penaklukan yang dilakukan penguasa-penguasa Islam saat itu, dan proses sejarah menyebut mereka ini dengan sebutan khalifah.Tapi kenyataan historis mengantarkan umat Islam ke dalam alam modern yang berbasis nation-state. Gelora nasionalisme dan lain sebagainya itu, selalu saja diletakkan dalam konteks bagaimana memerdekakan diri dari penjajahan dan penguasaan pihak asing. Oleh karena itu, nasionalisme dimaksud mengandung gagasan kecintaan terhadap tanah air, mempererat persaudaraan, bela negara untuk membebaskan diri dari kolonialisme.

contoh teks Syarhil Nasionalisme dalam konsep Islam


Nasionalisme yang ditolak oleh Islam, adalah ta’ashshub atau sikap fanatisme dan kecintaan berlebihan terhadap suku atau bangsa sehingga menimbulkan mudlarrat (bahaya) bagi pihak lain di luarnya. Nasionalisme semacam ini sepadan dengan chauvinisme, atau yang dalam istilah Syafi’i Ma’arif diebut “Nasionalisme Ekspansif”, seperti paham yang dianut oleh Hittler dan Israel. Tentu saja hal itu bertentangan dengan ajaran Islam. Adapun “Nasionalisme Formatif” yang mengandaikan kecintaan terhadap tanah air (hubb al-wathan), pembebasan (hurriyyah), dan persaudaraan (ukhuwwah) justeru merupakan bagian dari ajaran universal Islam itu sendiri.
Majlis hakim yang arif dan bijaksana. Sudara-saudara sebangsa dan setanah air
mari kita renungkan firman Alllah dalam Q.S. Al- Hujurat ayat 10 :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang berimanitusesungguhnyabersaudara. Sebabitudamaikanlah (perbaikilahhubungan) antarakeduasaudaramuitudantakutlahterhadap Allah, supayakamumendapatrahmat. Q.S. Al-Hujurat : 10
Majlis hakim yang arif dan bijaksana. Sudara-saudara sebangsa dan setanah air
Kata Ikhwatun menurut Prof. Dr. M. Quraihs Shihab adalah persaudaraan yang terjalin diantara sesama muslim adalah persaudaraan yang berganda. Pertama, karena dasar keimanan. Kedua, karena dasar keturunan. Bedasarkan penelasan tersebut,bahwa Allah melarang islam untuk berpecah belah sesama kita. Islam dan Nasionalisme Indonesia adalah dua sisi mata uang yang saling memberikan makna. Keduanya tidak bisa diposisikan secara diametral atau dikhotomik. Nasionalisme selalu meletakkan keberagaman atau pluralitas sebagai konteks utama yang darinya dapat melahirkan ikatan dasar yang menyatukan sebuah negara bangsa.
Idealnya umat Islam tidak perlu merasa khawatir kehilangan identitas karena persenyawaannya dalam negara bangsa yang pas. Hati-hati, perjuangan yang ditekankan untuk menonjolkan identitas atau simbol-simbol keIslaman dalam kerangka perjuangan politik kebangsaan hanya merupakan cerminan kelemahan umat Islam sendiri. Selain itu, meskipun terbuka peluangnya di alam demokrasi ini, penekanan berlebihan dalam hal itu akan potensial menjadi penyulut disintegrasi, dan ini tidak sejalan dengan nasionalisme itu sendiri. Idealnya, perjuangan politik umat Islam menekankan pada penguatan nasionalisme Indonesia dengan memperkokoh faktor-faktor perekat kebangsaan yang secara substantif. Nilai-nilai dimaksud merupakan nilai-nilai universal Islam yang menyentuh kesadaran pragmatis warga negara, seperti keadilan bagi semua, kesejahteraan merata, kepercayaan terjaga, dansebagainya.
Mari kita bercermin pada Fakta keberhasilan politik Islam telah dicontohkan oleh masyarakat Madinah pada masa Rasulullah dan sahabat. Secara politis, muslim dan pemeluk agama lainnya hidup mandiri, berdaya, teratur dan egaliter sebagai warga negara.Untuk mewujudkannya kembali ilmuwan politik Islam seperti Ibnu Aby Rabi, Al-Mawardi dan Al-Ghazali memaparkan pentingnya rasa aman, keadilan, dan supremasi hukum.Mc. Donald menyebut Madinah sebagai negara Islam pertama yang memiliki dasar-dasar politik dan perundang-undangan. Muhammad SAW sebagai kepala negara kala itu telah menetapkan dasar-dasar dan sendi-sendi pemerintahan, dan berhasil menyatukan semua golongan. Resep rahasianya adalah implementasi spiritualisme Islam ke seluruh sendi kehidupan, termasuk politik. Sejarah mencacat, di zaman Rasulullah telah dihasilkan konstitusi yang berkeadilan dan demokratis, yaitu Piagam Madinah. Pakar Barat seperti Julius Wilhausen, Leon Caetani, Hubert Grime, Montgomery Watt dan lainnya mengakuinya sebagai konstitusi pertama di dunia dan paling lengkap sepanjang sejarah manusia. 
Dari uraian diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa. Kita harus berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Sunah Nabi dalam membentuk warga yang nasionalisme yang berarti tak ada perpecahan, saling berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan, dan tidak saling bermusuh musuhan namun saling mengisi kekurangan dalam memenuhi setiap kebutuhan bangsa dan negara. Dengan demikian Insyallah bangsa kita akan makmur dengan rakyat yang berbudi luhur sehingga Rahmat Allah pun akan terkucur. Aamiin yaa robbal ‘Alamiin.

Negara kaya ragam budaya
Berbagai suku adat bahasa
Beda jadikan kekuatan bangsa
Nasionalis dan agamis tanam dijiwa
Tentram damai adil sejahtra

Kaen songket ciri khas melayu
Molek dipakai jadi pemikat
Marilah samue kite bersatu
NKRI berdaulat islam penguat


واسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Demikianlah contoh Teks Syarhil Nasionalisme Dalam Konsep Islami, semoga bermanfaat bagi Ibuk-ibuk semua.
Dan Salam Manis dari Saya..

Kumpulan Sajak-sajak Willy Ana